Sabtu, 08 Oktober 2011

Dari Ibrahim Sampai Lambang Bulan Bintang

Ayat Surat Al An'aam yang menceritakan mengenai Ibrahim menyebutkan mengenai 3 obyek yang sempat dianggap sebagai tuhan oleh Ibrahim: bintang, bulan dan matahari. Maksud pasti dari penyebutan tiga oknum tersebut hanya Alloh yang tahu.

Kalau kita lihat pada sejarah Nabi-Nabi. Ibrahim atau Abraham berasal dari wilayah Mesopotamia yang sekarang masuk wilayah Irak. Ibrahim dalam Al Qur'an digambarkan berkonflik dengan Namrudz atau Nimrod menurut orang barat. Nimrod sendiri merupakan salah satu raja dari Babilonia.

Kepercayaan Babilonia saat itu termasuk dalam kategori kepercayaan kuno semitik yang menyembah banyak dewa antara lain yang utama adalah:

  • Bulan, Sin.
  • Matahari, Shamash.
  • Jupiter, Marduk.
  • Venus, Ishtar.
  • Saturnus, Ninurta.
  • Merkurius, Nabu.
  • Mars, Nergal.
Jupiter, Venus, Saturnus, Merkurius dan Mars pada masa itu masih belum diketahui banyak perbedaanya dengan bintang selain bahwa kelima planet tersebut selalu berpindah pindah tiap malam relatif dibandingkan dengan bintang biasa. Keistimewaan inilah (ditambah lagi dengan kecerlangannya yang terkadang menakjubkan) yang membuat kelima "bintang" ini begitu istimewa di masa itu.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa masyarakat waktu itu memang menyembah bulan, matahari dan "bintang" selain tentunya patung-patung yang mereka beri atribut dewa-dewa tertentu.

Peradaban pada masa itu penuh dengan peperangan, ekspansi, penguasaan dan perang urat syaraf politik. Kondisi saling mempengaruhi ini terlihat pengaruhnya dari mulai jazirah India, Persia, Mesopotamia, Syria, Anatolia, Mesir bahkan sampai Yunani. Tidak heran jika kemudian kebudayaan daerah-daerah tersebut pun saling berkelindan.

Termasuk dalam hal kepercayaan. Tidak heran bahwa di Mesir pun matahari, bulan dan bintang dikenal sebagai dewa pula. Bahkan Ra yaitu Dewa Matahari dianggap sebagai dewa tertinggi. Tidak jelas siapa yang memulai pemujaan Matahari, apakah orang Mesopotamia atau Mesir. Yang jelas semuanya sesat.

Sistem kepercayaan ini mempengaruhi simbolisme yang digunakan oleh peradaban tersebut. Mesopotamia mengenal simbol bulan sabit sebagai simbolisme dewa bulan

Gambar raja dengan latar belakang bulan sabit sebagai lambang dewa bulan
Mesir juga memiliki lambang bulan sabit:
baal-crescent2a.jpg
Bulan sabit dan Mata Horus
Selain itu ditemukan juga clay tablet yang jelas-jelas menggambarkan ketiga oknum yang dianggap tuhan yaitu matahari, bulan dan bintang.
pagan-trinity.jpg

Pengaruh simbol ini juga terlihat di wilayah Suriah kuno tepatnya di Moabit. Daerah tersebutlahyang tercatat sebagai pengguna simbol bulan bintang pertama.

Islam pada zaman awal sebenarnya tidak mengenal lambang bulan bintang (dan bahkan tidak mengenal simbolisme apapun). Penggunaan pertama lambang bulan bintang oleh orang Islam tercatat pada masa khilafah Utsmaniyyah. Penyelidikan menunjukkan bahwa khilafah dinasti tersebut mulai menggunakan lambang tersebut ketika menguasai Byzantium. Kemungkinan lambang tersebut telah ada sebelumnya di wilayah tersebut dan sultan menunjukkan penggunaan lambang tersebut sebagai simbol telah dikuasainya wilayah tersebut.

Saat ini simbol tersebut menghiasi bendera banyak negara muslim. Tidak kurang dari 17 jenis bendera mengandung simbol bulan bintang, termasuk dua negara tetangga kita, Malaysia dan Singapura.
Belum lagi simbol bulan bintang yang digunakan oleh organisasi-organisasi Islam. Belum lagi simbol bulan bintang yang digunakan di masjid-masjid.

Padahal sebenarnya lambang tersebut aslinya digunakan untuk memuja dewa bulan dan dewa bintang ("bintang" Jupiter). Padahal Nabi sendiri tidak menggunakannya. Padahal sultan Mahmud pertama menggunakannya untuk menunjukkan penguasaannya atas Byzantium.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar